Sabtu, 29 Desember 2012

puisi manusia dan belas kasihan

puisi jalanan
puisinya orang-orang pinggiran
bukan suara hati orang kantoran
tapi jeritan para perindu kemakmuran.


Puisi Jalanan
ingin menguak jendela hati tuan
yang buta akan segala keresahan
yang tak pernah melirik kolong jembatan.


Apa gunanya turun ke jalan,
menggelar spanduk penuh sindiran.
Jika tuan-tuan masih mementingkan jabatan,
jangan harap sedikitpun mereka mau berkorban


Jika esok masih ada harapan,
kaum pinggiran ingin berjajar di depan,
untuk menerima belas kasihan,
bukan menunggu proyek bernilai milyaran.

Puisi Jalanan,
mungkin hanya dianggap bualan,
atau sekadar tipuan,
dari kaum yang selalu diremehkan.





sumber : http://puisisurga.wordpress.com/2010/03/06/puisi-jalanan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar